Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Thailand



Sejarah Thailand ditandai dengan konflik antara berbagai faksi politik dan ideologi. Yang pertama ditandai dengan perjuangan terus-menerus untuk mempertahankan identitas nasional dari ancaman dijajah oleh negara-negara tetangga. Yang terakhir ini ditandai dengan perjuangan untuk mempertahankan kebanggaan nasional terhadap ancaman konstan dari pengaruh asing terhadap demokrasi negara. 

 Sejarah Thailand ditandai dengan perjuangan untuk mempertahankan identitas nasional dari ancaman terus-menerus dijajah oleh negara-negara tetangga. Masa lalu negara itu telah dirusak dengan perang yang diperjuangkan untuk kemerdekaan dari negara-negara tetangga—terutama Cina dan Burma. Perang ini terutama dilakukan untuk mendukung kebanggaan nasional, karena Thailand berusaha melawan pengaruh asing terhadap masyarakatnya. Kaum nasionalis negara itu memonopoli sejarah Thailand dengan mengorbankan aspek masyarakat lainnya selama waktu ini. Akibatnya, banyak aspek masa lalu Thailand tidak diketahui atau terdistorsi melalui lensa nasionalis. Salah satu konsekuensinya adalah masa lalu Thailand diwarnai dengan poin-poin kontroversial yang tampak saling bertentangan atau dengan fakta-fakta yang mendukung kritik internasional terhadap catatan HAM Thailand. 

Sejarah Thailand lebih lanjut ditandai dengan perjuangan untuk mempertahankan kebanggaan nasional terhadap ancaman konstan dari pengaruh asing terhadap demokrasi negara itu. Banyak warga Thailand percaya bahwa mereka lebih unggul dari orang Asia lainnya dan harus mempertahankan sikap elitis terhadap sesama orang Asia. Rasa superioritas ini diabadikan melalui buku-buku sejarah Thailand, yang mempromosikan hierarki ras Asia sebagai bagian dari perjuangan mereka untuk identitas nasional. Untuk mempertahankan hierarki ini, penting bagi orang asing—seperti pekerja Cina dan India—untuk dianggap lebih rendah daripada pekerja Thailand menurut hukum internasional. Ini membantu membenarkan pembebanan harga yang lebih tinggi kepada mereka untuk barang-barang yang diproduksi dalam kondisi dibayar rendah dan mengeksploitasinya melalui jeratan utang hingga hari ini. 

 Mengingat konflik-konflik ini, tampaknya melestarikan identitas nasional selalu lebih penting daripada melestarikan kebanggaan nasional di Thailand— bahkan ketika ini kadang-kadang berarti mengorbankan hukum internasional. Terlepas dari kritik internasional tentang catatan hak asasi manusianya, Thailand tetap menjadi salah satu negara paling stabil di Asia karena sebagian besar kemampuannya untuk mengesampingkan sentimen semacam itu terhadap rakyatnya sendiri dan sebagai gantinya mempertahankan rasa kebanggaan nasional terhadap orang Asia lainnya. Agar tidak melupakan fakta ini, penting bagi kita untuk memahami kedua aspek masa lalu Thailand sehingga kita dapat mengevaluasi secara objektif seberapa baik elemen-elemen ini telah melayani kepentingan nasional Thailand dari waktu ke waktu.

Posting Komentar untuk "Sejarah Thailand "